Berita Terkini

Gedung TK ambruk disapu angin kencang PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Harian Bangsa
Kamis, 26 Januari 2012 10:17
Surabaya-HARIAN BANGSA
Hujan disertai angin lebat yang terjadi sejak kemarin di beberapa kawasan di Jawa Timur diperkirakan merupakan imbas dari badai tropis yang diakibatkan tekanan rendah yang terjadi di Australia.
Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Juanda Surabaya, Joko Sulistyo, Rabu, 25 Januari 2012 memperkirakan badai ini akan terus berlangsung hingga dua hari mendatang.
“Badai masih akan berhembus antara 40-50 kilometer per jam. Imbasnya, gelombang air laut, khususnya di sekitar Laut Selatan, akan tinggi hingga lebih dari tiga meter,” kata Joko.
Khusus kemarin hingga hari ini, suhu udara di sekitar Jawa Timur berkisar antara 23-33 derajat Celcius dengan hembusan angin antara 5-40 kilometer per jam dari arah barat menuju timur. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi merata di seluruh Jawa Timur dengan jarak pandang antara 3-10 kilometer dan kelembaban udara 62-95 persen.
Joko juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi puting beliung. Angin ini biasanya akan muncul jika terjadi perubahan cuaca dari panas ke dingin secara tiba-tiba. Puting beliung biasanya juga terjadi di daerah yang memiliki lahan kosong yang luas.
Dalam sehari kemarin, bebeapa daerah di Jawa Timur diporanporandakan angina putting beliung. Bhkan di Malang, seluruh objek wisata dinyatakan tutup untuk sementara waktu hingga berlalunya badai tropis.
Di Kota Batu seperti sejak dua hari ini bagai kota mati, listrik padam, puluhan rumah rusak berat dan ringan, dua unit mobil tertimpa pohon, ratusan baliho dan pohon tumbang, bahkan sejumlah objek wisata seperti Jatim Park pilih tutup lantaran angin yang begitu tak bersahabat dan seorang pengguna jalan tertimpa pohon.
Akibat diterjang angin, sebuah pohon randu di Jl Raya Mojorejo tumbang dan menimpa satu unit mobil pikup dan sebuah kendaraan bermotor Honda Blade N 2268 KC. Kendaraan bermotor tersebut dikendarai Sahrial Ahmadi 18, warga Jl Panglima Suderman Kota Batu yang melaju dalam kecepatan sedang dari arah Batu ke Kota Malang.
Sesampainya di depan Vihara, Sahril di kejutkan dengan pohon tumbang yang ada di depannya persis. Karena jaraknya terlalu dekat, Sahrial tidak dapat menghindari bentuaran dengan pohon yang mendadak tumbang. Sahrial mengalami luka parah di bagian bahunya. ”Selain ada pengendara motor, ada satu mobil lagi yang ikut tertimpa. Namun mobil pikup tersebut bisa keluar dari tertimpa pohon dan pergi,” ungkap Kasat Lantas Polres Batu AKP Budi Adhy Buwono.
Setelah kejadian tersebut, petugas dari Satlantas Polres Batu dibantu masyarakat mengefakuasi korban. Selain itu juga membersihkan pohon yang melintang di jalan. Sedangkan Sahrial di bawa ke rumah sakit dr Etty Asharto. Karena kondisinya menghawatirkan, Sahrial di rujuk ke RSSA Malang.
Selain mobil tertimpa pohon, sebuah rumah di Dusun Dadaptulis Dalam Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo rata dengan tanah. Rumah milik Sukardi, 63 yang di kontarak, Ropingi, 40, Sumiatun, 38, dan Sunardi, 30, roboh diterjang angin pukul 11.30. Beruntung ketiga penghuni rumah berada di luar rumah. Hanya seekor ayam yang ikut menjadi korban akibat tertimpa rumah.
Menurut keterangan Sumiatun, saat itu mereka baru saja dari tempat kerja. Ropingi dan Sumiatun bekerja sebagai buruh tani. Sedangkan Sunardi bekerja sebagai buruh bangunan. Saat itu ketiga orang asli Kabupaten Trenggalek tersebut akan menyantap makan siang.
Mendadak rumah yang mereka tempati terlihat sedikit terangkat. Takut rumah roboh, mereka pun memutuskan untuk keluar rumah dan melihat di depan rumah. Tidak lama kemudian saat di terjang angin kencang rumah sedikit terangkat dan roboh. ”Rumahnya jenis klenengan dari batu bata dan kayu. Tadi sempat terlihat terangkat sedikit dan roboh,” kata Sumiatun.
Selain rumah, kandang sapi milik Sukardi juga roboh. Beruntung tiga ekor sapi miliknya bisa di selamatkan. Sebab saat angin mulai berembus kencang, sapi sudah di keluarkan dari kandang.
Bukan saja rumah Sukardi. Dua rumah milik Sriah, 50 dan Jami, 70 mwarga Desa Oro-oro Ombo juga rusak di terjang angin.
Stadion junrejo yang dibangun dua tahun lalu, ikut menjadi korban angin kencang. Pagar sepenjang 50 meter roboh rata dengan tanah, lokasi yang bedekatan dengan SMAN 02 Batu sempat menjadi tontonan para siswa, bahkan aktifitas belajar mengajar sempat terganggu hampir seluruh siswa berhamburan keluar ruangan kelas, selain melihat stadion roboh juga karena areal parkir yang atapnya dari seng ikut berhamburan, berserakan beruntung para siswa menjauh dari lokasi parkir.
Sedang akibat angin kencang, sejumlah tempat wisata di kota Batu memilih menutup usahanya karena kondisi cuaca tidak bersahabat. Jatim park I dan Jatim park II musium satwa tutup sejak pagi, sehingga para wisatawan yang akan mengunjungi tempat wisata tersebut terpaksa mereka harus kembali. Sementara Akibat bencana alam angin kencang ini walikota Batu Eddy Rumpoko dan sejumlah SKPD, dinas terkait tidak bisa memantau langsung, lantaran mereka masih sedang melakukan studi banding di tanah Papua Irian Jaya.
“Angin kencang berb ahaya bagi pengunjung,”kata manajer marketing Jatim Park, Titik A Ariyanto.  Ia khawatir, jika angin kencang akan merusak konstruksi keempat wahana dan mengancam keselamatan jiwa pengunjung. Sedangkan sekitar 45 an wahana yang lain tetap dibuka seperti biasa. Akibatnya, sejumlah pengunjung kecewa dan tak bisa menikmati wahana petuangan tersebut.
Manajemen Batu Secret Zoo juga menutup wahana selama terjadi angin kencang. Penutupan wahana yang berada di areal terbuka ini diperkirakan selama tiga hari kedepan demi keamanan dan keselamatan pengunjung. “Evaluasi manajemen, angin kencang berbahaya bagi pengunjung,” kata manajer marketing Batu Secret Zoo Rina Sari.
Sementara itu di Kediri, angin kencang yang melanda wilayah Kediri beberapa hari ini, sedikitnya telah mengakibatkan empat bangunan rusak dan roboh di Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
Salah seorang perangkat desa setempat, Sultoni mengungkapkan, empat bangunan yang rusak itu adalah gedung serbaguna di kantor desa, sebuah toko milik Sugik, serta dua rumah warga yaitu Wiji (75) dan Kepala Desa Petok, Ahmad Makrufin. “Angin kencang sudah sejak tadi malam berembus. Rumah warga ada yang roboh, seperti rumah pak kepala desa bagian dapurnya, dan kalau yang gedung serbaguna ini tadi pagi,” katanya.
Menurut Sultoni, Gedung serbaguna itu ambruk sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, sejumlah warga dan perangkat juga sudah ada di kantor. Namun, saat kejadian tidak ada aktivitas di sekitar lokasi gedung, hingga tidak ada yang terluka. “Angin kencang datang, dan bangunan di sebelah utara gedung itu ambruk. Namun, tidak ada yang terluka,” ungkapnya.
Selan itu, dijelaskan Sultoni, Gedung serbaguna itu belum tuntas dibangun. Hal itu disebabkan karena terbentur anggaran, hingga pelaksanaan juga menunggu dana dari alokasi dana desa (ADD). “Gedung itu dibangun tiga tahun lalu, tapi sampai sekarang belum selesai. Memang, untuk pembangunan menunggu anggaran turun, jadi belum bisa tuntas semua,” ucapnya.

Di Sidoarjo, akibat diterjang angin kencang, gedung Taman Kanak-kanak (TK) Darma Wanita, Desa Semampir, Kecamatan Sedati, ambruk Rabu (25/1) pagi. Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa meski kondisi gedung berantakan.
Ambruknya dua ruang kelas gedung TK tersebut terjadi saat jam pelajaran. Siswa yang saat itu sedang mengikuti pelajaran oleh guru diungsikan ke ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah).
Kepala Sekolah TK Darma Wanita Semampir Siswo Hartini mengatakan, angin kencang sudah terjadi sejak beberapa hari ini. Dia tidak menyangka, jika angin itu akan meluluhlantakkan sekolah tempatnya mengajar.
“Sekitar pukul 07.45 WIB saya mengantar dua siswa buang air kecil. Saya dengar suara kraakk. Karena takut atap ambruk, saya ungsikan siswa ke ruang UKS,” ujar Siswo Hartini.
Dia menambahkan, agar siswanya TK A dan TK B yang berjumlah 54 siswa itu tidak trauma, dia mengatakan kepada siswanya ada angin dan lebih baik berlindung. Sekitar pukul 08.00 WIB, terdengar suara braaaak, dan atap gedung ambruk.
Siswa SDN Semampir yang gedungnya satu komplek dengan TK tersebut ikut berhamburan keluar ketika mendengar suara keras. Demikian warga sekitar juga berdatangan ke lokasi untuk melihat apa yang terjadi.
Meski dua lokal ambruk, Siswo Hartini mengaku tidak akan meliburkan siswanya. Untuk proses belajar mengajar, dia akan menempati ruang UKS. “Terpaksa besok kita gelar tikar untuk belajar siswa,” ujarnya.
Siswo Hartini mengaku kalau gedung TK itu barusaja direnovasi dengan anggaran Block Grand APBD 2011 sebesar Rp 18 juta. Sedangkan gedung sekolah itu dibangun Tahun 1980, dan baru direnovasi Tahun 2011.
Siswo Hartini dan tiga guru TK lainnya berharap agar Pemkab Sidoarjo memberi bantuan dan memperbaiki gedung sekolah yang porak-poranda. Sedangkan guru dan pekerja sampai siang kemarin masih mengamankan aset sekolah yang ikut tertimbun reruntuhan atap.
Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Khulaim Junaidi yang datang ke lokasi mendesak agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera memperbaiki gedung sekolah yang rusak. “Kondisinya mendesak, jadi jangan ditunda lagi. BPBD harus segera memperbaiki gedung sekolah yang rusak,” ujar wakil rakyat Sidoarjo ini.
Khulaim mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepala BPBD Ahmad Zaini terkait kondisi gedung TK yang rusak. Zaini mengaku akan segera menangani gedung TK yang rusak akibat diterjang angin kencang.(dar)

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: